Tablora · Pustaka
Bedakan presisi sumber dari pembulatan setiap baris
0.335 ditambah 0.335 adalah 0.670, tetapi membulatkan setiap baris lebih dulu menghasilkan 0.68. Lihat cara pemeriksa menunjukkan celah akibat tahap pembulatan dan cara menguji keduanya.
Dua jawaban jujur untuk satu penjumlahan
Faktur, ringkasan pajak, dan penggajian sering melibatkan jumlah dengan angka desimal lebih banyak daripada yang diizinkan mata uangnya. Satu sistem menjumlahkan nilai presisinya lalu membulatkan total; sistem lain membulatkan setiap baris dulu baru menjumlahkannya. Keduanya sah, dan keduanya bisa berbeda satu sen atau lebih pada data yang sama. Mana yang berlaku ditentukan oleh aturan penagihan, pajak, atau akuntansi di balik dokumen itu, bukan oleh aritmetika.
Alat pemeriksa jumlah desimal menjumlahkan persis string yang Anda berikan dan tidak pernah membulatkan. Itu membuatnya cocok untuk melihat tahap mana yang dipakai oleh total yang tercantum.
Celahnya cenderung membesar seiring jumlah baris. Setiap baris yang dibulatkan ke atas sepecahan sen menambah celah itu, sehingga faktur yang panjang bisa berbeda lebih dari satu sen antara kedua metode.
Mengerjakan contoh 0.335
Contoh di halaman ini memasukkan 0.335 dan 0.335 dengan Total yang diharapkan 0.68. Total yang dihitung adalah 0.670, Total yang diharapkan ditampilkan sebagai 0.680 pada skala yang sama, dan Selisih -0.010. Total cocok menunjukkan Tidak.
Sekarang masukkan baris-baris itu seperti tampilannya setelah masing-masing dibulatkan ke dua angka desimal: 0.34 dan 0.34. Dengan Total yang diharapkan yang sama, 0.68, Total yang dihitung adalah 0.68 dan Selisih 0.00. Angka yang tercantum dihasilkan dengan membulatkan setiap baris sebelum dijumlahkan, bukan dengan membulatkan totalnya.
Menguji tahap yang dipakai
- Masukkan dulu baris-barisnya dengan presisi penuh dari sumber dan catat Selisihnya.
- Lalu masukkan baris-baris yang dibulatkan sesuai aturan dokumen, dan hitung lagi.
- Bandingkan kedua hasil dengan total yang tercantum; versi yang cocok memberi tahu Anda tahapnya.
- Tuliskan aturan yang Anda terapkan, agar siapa pun yang meninjau angkanya bisa mengulanginya.
- Jika tidak ada versi yang cocok, celah itu bukan soal pembulatan; cari baris yang hilang atau salah terbaca.
Jebakan presisi yang perlu dihindari
- Menyalin nilai dari kolom lembar kerja yang diformat dua angka desimal: tampilannya bisa menyembunyikan angka desimal ketiga yang Anda perlukan untuk perhitungan presisi.
- Mencampur baris yang sudah dibulatkan dan baris presisi dalam satu perhitungan.
- Menganggap celah -0.010 sebagai kesalahan yang perlu ditutup dengan menambah baris; itu hasil yang wajar dari sebuah pilihan pembulatan.
- Mengira hanya ada satu metode pembulatan. Setengah ke atas, setengah ke genap, dan pemotongan bisa menghasilkan nilai baris yang berbeda; terapkan metode yang disebut aturan Anda.
- Dalam ekspor XLSX aplikasi Tablora, jumlah di kolom angka yang dikenali menjadi angka sungguhan dan sel berdesimal memakai format angka dua desimal, sehingga nilai seperti 0.335 bisa tampil sebagai 0.34 padahal selnya berisi 0.335. Periksa nilai selnya, bukan hanya tampilannya.
Data masukan
- Satu nilai per baris
- 0.335 0.335
- Total yang diharapkan
- 0.68
Hasil
- Total yang dihitung
- 0.670
- Selisih
- -0.010
- Total cocok
- Tidak